Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Tim Thomas Indonesia Melaju Perempat Final Sebagai Juara Grup

19.24.00 Add Comment
Selesai Sudah telah rangkaian laga Tim Indonesia di babak kelompok Piala Thomas 2016. Di partai terakhir kontra India, Rabu (18/5/2016), Tim Thomas Indonesia menyapu bersih kemenangan dgn score 5-0. Kemenangan atas India juga menciptakan Indonesia melaju ke babak perempatfinal dgn status yang merupakan terpandai Kelompok B.

Kemenangan perdana Indonesia dipersembahkan oleh pemain tunggal, Jonatan Christie. Jonatan menghadapi tunggal andalan India, Ajay Jayaram. Pebulutangkis berumur 18 th itu sanggup ke luar sbg jagoan usai menaklukan Jayaram dua set serentak dgn score 21-14 & 21-12.

Ganda putra Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi mengambil Indonesia makin menjauh dari India. Angga/Ricky mengalahkan Manu Attri/Akshay Dewalkar bersama score 21-18 & 21-17, yg sekaligus menciptakan Indonesia top 2-0 atas India.

Kepastian Indonesia ke luar sbg terpandai group ditentukan di laga ke-3 lewat nomer tunggal yg mempertemukan Anthony bersama Sai Praneeth B. Tak gampang bagi Anthony mengalahkan lawannya Sai Praneeth B. Lantaran pebulutangkis berumur 19 th itu perlu tiga set utk menentukan kemenangan bersama score 18-21, 21-11, & 21-15.

Ganda putra Gideon Markus Fernaldi/Hendra Setiawan mendapatkan kemenangan atas Sumeeth Reedy B/Satwiksairaj Ran Kireddy & sekaligus mengambil Indonesia top 4-0. Main-main gampang di set mula-mula sampai menang bersama score 21-9, Markus/Hendra pernah akan perlawanan sengit di set ke-2. Beruntung kemenangan konsisten jadi miliknya bersama score akhir 21-18.

Pemain belia Ihsan Maulana Mustofa jadi wakil terakhir yg berikan kemenangan pada Tim Garuda. Ihsan berhadapan bersama Sourabh Varma. Pebulutangkis berumur 20 th tersebut perlu tiga set utk memberikan poin terhadap Indonesia lewat kemenangan dgn score 21-10, 20-22, & 21-13.

Pangkostrad Mulai Menguat Untuk Menjadi Ketua Umum PSSI

05.55.00 Add Comment
PSIS Semarang menyongsong positif dukungan dari mayoritas pemilik nada PSSI yg mengusung Pangkostrad TNI, Letjen TNIÂ Edy Rachmayadi jadi calon Ketua PSSI.

CEO PSIS, Yoyok Sukawi menyampaikan, Pangkostrad yakni sosok yg serasi utk mengawal sepak bola Indonesia. Semenjak ikut mengurusi PSMS Medan & PS TNI, Pangkostrad menunjukkan kecintaan pada sepak bola. Ketegasan Pangkostrad pula dibutuhkan PSSI buat memperbaiki tata kelola sepak bola.

"Saya percaya di kalangan voters, dukungan terhadap Pangkostrad menguat. Anggota PSSI pasti mau serentak ada perbaikan, mumpung momentumnya serasi, sesudah PSSI aktif lagi & bebas dari suspensi FIFA," KataYoyok.

Yoyok meneruskan, kemauan PSIS Semarang supaya PSSI langsung menggelar KLB bukan sebab mau mengacaukan suasana menjelang Kongres Tahunan PSSI di Balikpapan, 1 Juni akan datang. Pasalnya, muncul opini dari Sekretaris Grup 85, Budiman Dalimunthe, yg menyebut Grup 85 dapat memboikot Kongres Tahunan PSSI.

"Kalau persyaratan KLB telah memenuhi, aku rasa PSSI mesti melakukannya. Ini demi perbaikan sepak bola Indonesia," tambahnya.

Informasi yg beredar, Pangkostrad sudah mendapat dukungan dari Group 85, voters yg mengusung KLB. Jumlah voters yg mengusung KLB pula bertambah jadi 91. Empat voters yg baru bergabung yaitu Barito Putera, PSM Makassar, Pusamania Borneo FC, & Persma Manado.

Tidak Hanya Pangkostrad, PSIS serta mengusung Joko Driyono sbg pendamping alias Waketum PSSI. "PSSI masihlah perlu sosok Joko Driyono yg telah paham sepak bola Indonesia, terutama soal pengelolaan kontes," lanjutnya.

Yoyok mengharapkan PSSI cepat menanggapi dengan cara serius kemauan dari pemilik nada sah. Seandainya perihal itu dilakukan, tiada lagi gejolak dari para voters yg benar-benar berharap reformasi sepak bola dengan cara keseluruhan.

3 Poin Ini Akan Menjadi Pembahasan PSSI Pada Rapat Perdana

01.25.00 Add Comment
PSSI dapat menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) di kantor PSSI, Jakarta, Rabu (18/5/2016). Rapat ini jadi yg perdana bagi PSSI sesudah sanksi Indonesia dicabut oleh FIFA dalam Kongres Tahunan di Meksiko, 13 Mei 2016.
Ada tiga poin mutlak yg agaknya bakal dibahas dalam rapat Komite Eksekutif ini. Menurut salah satu anggota Exco PSSI, Tony Apriliani, rapat kali ini dapat membicarakan soal Kongres Tahunan PSSI, agenda Timnas Indonesia, & periode depan pertandingan Indonesia Soccer Championship (ISC) garapan PT Gelora Trisula Semesta.

"Sepertinya yg dapat dibicarakan soal Kongres Tahunan, ISC, & timnas. Terlebih, Kongres Tahunan pula waktunya telah dekat," kata Tony pada bola.com.

Kongres Tahunan benar-benar jadi agenda terdekat yg bakal digelar PSSI. Tepat gagasan, Kongres yg dapat berjalan di Balikpapan, Kalimantan Timur itu dapat dilangsungkan kepada 1 Juni 2016.

Terkait Kongres Tahunan, Tony mengaku tak menutup mungkin dapat ada permintaan dari voter supaya digelarnya Kongres mengagumkan (KLB) buat pilih Ketua Umum PSSI yg baru.

Meski, dari berita paling baru, Tim 85 yg mengharapkan digelarnya KLB tak bakal hadir dalam Kongres Tahunan. Perbuatan boikot itu dilakukan sebab mereka berharap KLB serentak digelar.

"Kalau memang lah voter berharap seperti itu pasti kita sebisa bisa saja mengakomodir kemauan tersebut. Jikalau hasilnya KLB itu berjalan cocok aturan baru sanggup dilaksanakan 3 bln asalkan pas statuta," kata Tony memaparkan.

Di sudut lain, Tony pula belum mengetahui dengan cara tentu apakah dalam rapat Komite Eksekutif bakal ikut dibahas berkaitan calon pelatih timnas Indonesia di Piala AFF 2016.

Biarpun kandidat pelatih timnas belum dirilis PSSI, pencinta sepak bola di Tanah Air telah sejak mulai ramai memperbincangkan siapa saja pelatih yg dianggap pantas mengarsiteki Tim Merah Putih. Sekian Banyak nama yg muncul di antaranya Dejan Antonic, Djajang Nurdjaman, sampai Nilmaizar.

"Saya belum akan berita dari Sekjen PSSI (Azwan Karim) soal itu. Dikala rapat kelak baru mampu didapati," dia menjelaskan.

Inilah Reaksi Netizen Terhadap Menpora Soal Jose Mourinho

01.15.00 Add Comment
Netizen bereaksi atas ihwal menggaet Jose Mourinho jadi pelatih Timnas Indonesia yg digelontorkan Menpora Imam Nahrawi sekian banyak disaat dulu. Dengan Cara mengejutkan, nyata-nyatanya poly netizen yang lebih tentukan timnas dilatih arsitek Persib Bandung Dejan Antonic dibanding Mourinho yg miliki segudang prestasi di kancah sepak bola Eropa.
Sejak tempo hari, Selasa, 17 Mei 2016, lini musim Twitter dibanjiri tagar #Dejan4Timnas. Bahkan, tagar ini pernah jadi trending topic kepada Indonesia.

Walaupun asal sudut prestasi bagaikan bumi juga langit, para netizen itu menilai Dejan tak jauh tak sama memanfaatkan Mourinho. Pasalnya, keduanya sama-sama pelatih memakai lisensi UEFA-Pro. diluar itu, Dejan dinilai jadi sasaran yang lebih realistis di bandingkan "The Special One".

Berikut Reaksi Netizen di Media Sosial Twitter : 

“Pak @imam_nahrawi ini di Bandung ada pelatih berlisensi sama dengan Mourinho UEFA-PRO @DejanAntonicHK #dejan4timnas Bawa Pak Bawa,” tulis akun @shandyboyz_17.

“Pelatih Timnas? Mungkin utk saat ini Dejan Antonic lebih pas #Dejan4Timnas,” tulis @Jacka_24.

“Kami mah ngadukung 100% lah #Dejan4Timnas,” cuit @Ujang_Emul.

“#Dejan4Timnas demi kepentingan negara, bobotoh sangat rela jika coach Dejan melatih timnas. dia pun berlisensi UEFA PRO setara dengan Mourinho,” tulis @VikingEsemka

“Mourinho ketinggian #Dejan4Timnas PAS,” @Wahyu_ardianto.

“Timnas pasti maju kalo di latih dejan secara linsensi uefa pro, kami bobotoh ikhlas lahir batin,” @trisuhartono5.

“#Dejan4Timnas; Fenomena Pelatih klub ditarik ke timnas & timnasnya cenderung rasa klub. Kali  ini timnas merah putih rasa biru Persib,” @BolaInfo17

“Tim nasional indonesia butuh pelatih yang concern thd pemain muda,sosok itu ada di coach dejan antonic #Dejan4Timnas,” @Devagrinaldi.

“Banyak yg milih #Dejan4Timnas untuk piala AFF tahun ini,” @JagatSepakbola_


“Lisensi uefa Pro. Juara liga hong kong  semifinal Afc cup bersama Arema ipl  #Dejan4Timnas,” @BF33xCirebon